Text-Ads

Sunday, July 17, 2011

langkah pendewasaan diri

22okt2010-17jul2011
selama itu juga aku masih sendiri, bukan karena aku tak mau, bukan karena aku pemilih, namun karena dihatiku masih ada kamu, masih ada kenangan yang tertinggal, masih ada senyum terekam, masih ada canda yang terasa, aku sendiri tak menyadari bahwa telah selama itu aku sendiri, sendiri tanpa suaramu, tanpa senyumu, tanpa sapaanmu, tanpa bimbinganmu, dan tanpa sosok tubuhmu yang dulu selalu hadir di hadapku,
tak pernah ku sesali semua ini berakhir, walau terlalu cepat kuarasakan, namun aku kini mengerti, aku dapat mencerna semua kata* nasehatmu sebelum kita berpisah, aku sekarang bisa tersenyum, kaulah yang mengajariku betapa berharganya diri ini, terlalu mahal untuk di siakan, semuanya kini berbalik menjadi sebuah senyum di bibirku, *haha aku geli mengingat aku menangis untuk memintamu tetap disini, aku terlalu childist saat itu, kini aku telah dewasa, aku belajar semua dari kesalahanku, aku bangkit dari kesepianku, karena aku yakin ada bahagia untukku, dan aku tertawa mengapa aku sempat sedih. padahal inilah yang terbaik untukku, yahh yang ku tau saat ini cuma satu point #LIHAT SISI POSITIFNYA
dan kedamaian pun ada di hatimu,
berbahagialah karena hidup terlalu mahal untuk disiakan, ini singkat, ini hanya kilasan sebelum akhirnya kita menemukan apa arti dari hidup kita ini, bersyukurlah dengan apa yang kamu punya, dan belajarlah untuk selalu menghargai setiap keputusan, karena penyesalan itu hanya membuat kita terpuruk, dan terlihat sangat bodoh, 19th bukan angka kecil untuk menghadapi masalah di dunia ini, karena tujuan kita di dunia semata hanya untuk bersujud kepada ALLAH, bersyukur, berusaha, berdoa, menghargai apa yang ada, dan menghormati kedua orangtua, karena beliaulah yang membesarkan kita, mendidik kita, lalu kenapa sebagian orang dengan mudahnya mengatakan AKU INGIN MATI, aku yakin itu bukan kata yang terucap dari hatimu, itu pikiranmu, itu nafsumu itu amarahmu, tak ingatkah kamu pada ALLAH, pada orangtua kita? bagaimanapun kita mencintai seseorang, hanya ALLAH dan orangtua kita lah yang sangat mencintai kita, bahkan tak kan pernah meninggalkan kita~
anggaplah semua yang terjadi ini menjadi sebuah langkah pendewasaan diri kita, berpikirlah lebih jernih, jangan biarkan amarah menyelimuti hatimu.

No comments:

Post a Comment